BERLIN (Suara Karya). Banyak penelitian mulai meragukan pernyataan bahwa tokoh Nazi, Adolf Hitler tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin, 30 April 1945. Sejumlah fakta mengungkap misteri kematian diktator Jerman itu. Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Program History Channel Documentary AS menyatakan, tengkorak Hitler yang disimpan Rusia bukan milik tokoh Nazi tersebut, melainkan milik perempuan berusia di bawah 40 tahun.
Penemuan ini. menguatkan kembali teori konspirasi bahwa Hitler tidak meninggal tahun 1945 dalam usia 56 tahun. Dia diduga melarikan diri dan mati di usia tua di suatu tempat yang belum diketahui. Sejumlah teori mengatakan Hitler meninggal di Argentina, Brasil, bahkan Indonesia.
Jumalis Argentina sekaligus pengarang buku "Bariloche Nazi", Abel Bas-ti meyakini Hitler meninggal di Argentina tahun 1960. Basti mengklaim Hitler melarikan diri dari Jerman menggunakan kapal selam, bersama belahan jiwanya. Eva Braun. Keduanya diyakini menghabiskan hari-hari terakhirnya di sebuah kota bernama Bariloche. berdasar
keterangan banyak saksi.
Pernyataan itu diperkuat dengan sebuah artikel di surat kabar lokal Argentina, 17 Juli 1945, yang dikutip laman Sa-lisburypost, 30 Agustus 1999, yang memberitakan bahwa Hitler dan Eva -Braun terlihat di Argentina. Seorang wartawan Chicago Times. menulis Hitler dan Braun hidup di kompleks orang-orang Jerman di Patagonia.
Sementara, klaim bahwa Hitler meninggal di Brazil didasarkan pengakuan sejumlah anggota Nazi yang menyebutkan Hitler meninggal tahun 1980 di Brazil Brazil diketahui sebagai tempat pelarian para mantan pengikut Hitler. Bahkan, sebuah makam Nazi ditemukan di pedalaman Hutan Amazon, lengkap dengan lambang Nazi di nisan yang berbentuk salib.
Namun berita mengejutkan mengatakan Hitler meninggal di Indonesia. Cerita berawal dari artikel di Harian Pikiran Rakyat tahun 1983, ditulis dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama "Hope* di Sumbawa Besar.Dia menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di sana. Sosro-husodo yakin Poch adalah Hitler di masa tuanya.
Bukti-bukti yang diajukan antara lain, Poch tak bisa berjalan norma.) dan selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan. Kemudian, tangan kirinya selalu bergetar. Diajuga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul. Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer.
Pernyataan itu diperkuat dengan sebuah artikel di surat kabar lokal Argentina, 17 Juli 1945, yang dikutip laman Sa-lisburypost, 30 Agustus 1999, yang memberitakan bahwa Hitler dan Eva -Braun terlihat di Argentina. Sementara, klaim bahwa Hitler meninggal di Brazil didasarkan pengakuan sejumlah anggota Nazi yang menyebutkan Hitler meninggal tahun 1980 di Brazil Brazil dike- tahui sebagai tempat pelarian para mantan pengikut Hitler. Cerita berawal dari artikel di Harian Pikiran Rakyat tahun 1983, ditulis dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama "Hope* di Sumbawa Besar.
